Virtual expo membuka peluang besar untuk menjangkau pasar lebih luas. Namun kenyataannya, banyak pelaku usaha berhenti di angka “jumlah pengunjung” atau “total leads” tanpa benar-benar mengubahnya menjadi penjualan.
Padahal, kunci keberhasilan virtual expo bukan pada seberapa ramai booth Anda, tetapi pada seberapa efektif Anda melakukan closing.

Table of Contents
Berikut strategi detail yang bisa diterapkan UMKM agar virtual expo benar-benar menghasilkan transaksi.
1. Persiapan Sebelum Event: Closing Dimulai Bahkan Sebelum Expo Dibuka
Banyak orang berpikir closing terjadi setelah event selesai. Padahal, closing dimulai sejak tahap persiapan.
Siapkan Penawaran yang Jelas
- Tentukan produk unggulan (jangan tampilkan terlalu banyak opsi).
- Buat promo khusus “selama event berlangsung”.
- Siapkan bundling atau bonus eksklusif.
Tujuannya: menciptakan urgensi.
Materi Digital yang Persuasif
Pastikan booth virtual Anda memiliki:
- Foto produk berkualitas tinggi
- Deskripsi singkat tapi kuat (benefit > fitur)
- Video demo 1–2 menit
- Katalog PDF yang bisa diunduh
Virtual expo bersifat visual dan cepat. Anda punya waktu singkat untuk menarik perhatian.
2. Strategi Saat Event Berlangsung: Respons Cepat = Peluang Besar
Virtual expo bergerak cepat. Pengunjung bisa berpindah booth dalam hitungan detik.
Gunakan Sapaan Aktif
Jangan menunggu pengunjung chat duluan. Gunakan pendekatan seperti:
“Halo, apakah Anda sedang mencari supplier untuk kebutuhan X?”
Pendekatan proaktif meningkatkan peluang percakapan.
Kualifikasi Lead dengan Cepat
Ajukan 3 pertanyaan utama:
- Untuk kebutuhan apa?
- Budget range?
- Timeline pembelian?
Dengan begitu, Anda tahu apakah prospek siap closing atau masih tahap eksplorasi.
Bangun Trust Secara Instan
Karena tidak bertemu langsung, trust menjadi faktor utama.
Tampilkan:
- Testimoni
- Portofolio klien
- Sertifikasi
- Foto proses produksi
Semakin transparan, semakin cepat keputusan dibuat.
3. Follow-Up Setelah Event: 48 Jam yang Menentukan
Banyak closing gagal bukan karena produk kurang bagus — tetapi karena follow-up lambat.
Hubungi Lead Maksimal 48 Jam
Gunakan email atau WhatsApp personal. Jangan kirim template massal yang terlalu umum.
Contoh pendekatan:
“Halo Pak Andi, terima kasih sudah mengunjungi booth kami di virtual expo kemarin. Terkait kebutuhan Anda untuk X, berikut penawaran khusus yang kami siapkan.”
Buat Penawaran Spesifik
Sertakan:
- Harga jelas
- Estimasi pengiriman
- Bonus tambahan (jika deal dalam waktu tertentu)
Closing terjadi ketika keputusan dibuat mudah.
4. Gunakan Data untuk Meningkatkan Closing Rate
Keunggulan virtual expo adalah data.
Perhatikan:
- Produk paling banyak diklik
- Pengunjung yang menghabiskan waktu paling lama
- Siapa yang mengunduh katalog
Lead dengan engagement tinggi harus diprioritaskan.
Strategi berbasis data membantu Anda tidak membuang waktu pada prospek yang belum siap beli.
5. Bangun Urgency Tanpa Terlihat Memaksa
Closing bukan berarti menekan calon pembeli.
Bangun urgensi dengan cara elegan:
- “Promo khusus expo berlaku sampai Jumat.”
- “Slot produksi bulan ini tinggal 3 batch.”
- “Harga akan kembali normal setelah periode event.”
Urgency menciptakan momentum keputusan.
6. Mindset yang Perlu Dimiliki Saat Virtual Expo
Banyak pelaku UMKM terlalu fokus pada “ramai atau tidaknya booth”.
Padahal yang lebih penting adalah:
- Rasio percakapan → penawaran
- Rasio penawaran → closing
- Nilai transaksi per customer
Virtual expo adalah alat.
Strategi komunikasi dan follow-up adalah penentu hasil.
Kesalahan Umum yang Menghambat Closing
- Terlalu banyak produk ditampilkan
- Tidak ada promo khusus event
- Respons chat terlalu lama
- Tidak melakukan follow-up personal
- Tidak memanfaatkan data analytics
Menghindari kesalahan ini saja sudah bisa meningkatkan peluang closing secara signifikan.
Siap Tampil di Virtual Expo Berikutnya?

Jangan hanya membaca peluangnya, ambil bagian di dalamnya.
Bersama Hi-Fella, UMKM dapat memiliki booth digital profesional, fitur business matching, hingga dukungan promosi untuk menjangkau buyer yang tepat.
