Info Franchise & Business Concept Expo (IFBC) 2026 kembali diselenggarakan di ICE BSD City pada 13–15 Februari 2026, ajang ini tidak hanya menjadi etalase franchise terbesar di Indonesia, tetapi juga titik temu strategis bagi pelaku usaha, investor, anak muda, hingga masyarakat umum yang ingin memulai atau mengembangkan bisnis.
Mengusung tema “Grow Beyond Boundaries”, IFBC 2026 mencerminkan semangat dunia usaha yang ingin tumbuh melampaui batas-batas konvensional. Acara ini menghadirkan 186 brand nasional lintas sektor, menargetkan 12.000 pengunjung, serta membidik nilai transaksi hingga Rp 600 miliar selama tiga hari pameran. Angka ini menunjukkan optimisme pelaku bisnis terhadap peluang investasi dan kemitraan di tengah dinamika ekonomi Indonesia tahun 2026.
Table of Contents
IFBC Merupakan Pameran Bisnis Untuk Mendukung Ekosistem

Sejak pertama kali digelar beberapa tahun lalu, event ini berkembang menjadi sebuah ekosistem yang memfasilitasi berbagai aspek kewirausahaan. Bukan hanya sekadar memamerkan brand, tetapi juga mempertemukan pelaku usaha dengan calon mitra, investor, dan komunitas bisnis yang relevan.
Dalam konteks Indonesia yang memiliki jutaan usaha kecil dan menengah (UKM), model franchise (waralaba) menjadi salah satu solusi bagi mereka yang ingin memperluas pangsa pasar tanpa memulai dari nol. Sistem franchise menawarkan pola usaha yang sudah terbukti, panduan operasional standar, serta dukungan yang berkelanjutan dari pemilik merek. IFBC mengambil peran penting sebagai katalis dalam mempertemukan kedua pihak ini.
Acara tahun ini juga dipandang sebagai wujud kolaborasi antara sektor publik dan privat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif. Pemerintah dan organisasi pendukung seperti Asosiasi Franchise Indonesia (AFI), komunitas UMKM, serta berbagai pihak stakeholder bersama-sama menjadikan IFBC titik strategis pertumbuhan usaha di Indonesia.
Resmi Dibuka oleh Para Pemangku Kepentingan: Tanda Sinergi Dari Pemerintah
Pembukaan IFBC 2026 dilakukan secara resmi oleh sejumlah tokoh penting. Dalam acara pembukaan, terlihat kehadiran Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Dyah Roro Esti Widya Putri, bersama Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, serta Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia, Anang Sukandar. Kehadiran jajaran pemangku kepentingan ini menunjukkan dukungan kuat dari sektor pemerintahan terhadap upaya memperkuat ekosistem bisnis nasional melalui pameran seperti IFBC.
Dalam sambutannya, Wakil Menteri Perdagangan menekankan pentingnya mengeksplorasi dan mengembangkan pasar domestik Indonesia yang besar, sekaligus mendorong brand lokal agar mampu memperluas jangkauannya hingga ke pasar global. Pendekatan ini sejalan dengan tema acara, yakni tumbuh tanpa batas, yang menggambarkan optimisme pengusaha Indonesia dalam menjawab tantangan transformasi ekonomi global.
Wakil Gubernur Banten juga menyoroti fungsi penting IFBC sebagai ruang networking dan pembelajaran bisnis. Menurutnya, model franchise memberikan peluang bagi pelaku usaha untuk memiliki bisnis yang berlandaskan sistem teruji serta dukungan operasional sesuai standar. Temu bisnis seperti ini menjadi medium penting bagi siapa pun yang ingin memulai usaha tanpa harus membangun sistem dari nol.
Ragam Brand dan Peluang Usaha yang Ditawarkan

Salah satu daya tarik utama IFBC 2026 adalah keberagaman brand yang ditampilkan. Sebanyak 186 brand nasional dari berbagai sektor hadir di panggung pameran kali ini. Brand-brand tersebut datang dari sektor-sektor berbeda, mulai dari kuliner dan minuman, lifestyle, jasa layanan, kesehatan dan kecantikan, hingga teknologi dan pendidikan.
Sektor kuliner menjadi tulang punggung jumlah brand yang paling dominan. Sebagian besar brand kuliner hadir sebagai peluang usaha dengan sistem franchise siap jalan. Dari minuman kekinian hingga restoran siap saji, semuanya menampilkan berbagai konsep menarik yang disesuaikan dengan preferensi pasar modern serta gaya hidup konsumen Indonesia saat ini.
Contohnya adalah hadirnya brand minuman kekinian seperti Ice Lab, Teh Tarik KL, Arah Coffee, Shots Coffee, dan lainnya yang menarik minat para pengunjung yang ingin terjun di bisnis F&B (food and beverage). Tren ini mencerminkan masih kuatnya permintaan pasar terhadap konsep kuliner baru yang kreatif dan inovatif.
Tak hanya kuliner, brand dari segmen kesehatan dan kecantikan juga cukup banyak menarik perhatian. Sektor ini menunjukkan adanya perubahan preferensi konsumen yang semakin memperhatikan aspek gaya hidup sehat dan layanan personal, sehingga peluang usaha seperti klinik kecantikan, perawatan kesehatan, dan layanan wellness menjadi pilihan menarik bagi calon mitra franchise.
Target Pengunjung dan Perkiraan Transaksi

Panitia IFBC 2026 memproyeksikan sekitar 12.000 pengunjung akan hadir selama tiga hari penyelenggaraan pameran. Target ini dianggap realistis karena capaian tahun-tahun sebelumnya menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap event semacam ini.
Dari segi nilai transaksi, pameran ini menargetkan total transaksi mencapai sekitar Rp 600 miliar. Angka ini bukan hanya menunjukkan potensi ekonomi yang besar, tetapi juga optimisme dunia usaha terhadap peluang investasi dan kemitraan jangka panjang di berbagai segmen franchise.
Fakta ini mencerminkan bahwa IFBC bukan sekadar ajang pameran biasa, tetapi menjadi medium nyata dalam memicu peluang usaha, meningkatkan skala bisnis, serta memperluas jaringan kemitraan—baik di tingkat lokal maupun nasional.
Program Edukasi dan Peningkatan Kapasitas Kewirausahaan
Selain menjadi sarana pameran, IFBC 2026 juga memberikan ruang edukasi yang komprehensif bagi pengunjung. Selama tiga hari pameran berlangsung, beragam seminar, talkshow, dan sesi inspiratif dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas pengetahuan para peserta dan calon wirausahawan.
Program edukatif ini mencakup berbagai topik penting seperti strategi memilih franchise yang tepat, digital marketing untuk meningkatkan penjualan, hingga pemahaman aspek legalitas dalam kemitraan franchise. Acara semacam ini memberikan wawasan tambahan yang sangat berharga bagi calon mitra usaha yang ingin membuat keputusan investasi secara lebih matang.
Ada juga sesi diskusi praktis yang membahas bagaimana membangun penghasilan tambahan lintas generasi, strategi operasional, serta peluang pengembangan usaha di era digital. Pendekatan pendidikan ini bukan hanya memberikan inspirasi, tetapi juga alat konkret bagi pengunjung untuk menerjemahkan peluang menjadi bisnis nyata.
Dampak Ekonomi dan Sosial

IFBC 2026 tidak hanya berdampak pada pelaku franchise dan investor, tetapi juga memberikan efek positif bagi ekonomi lokal dan nasional. Gelaran ini membuka kesempatan kerja baru, baik secara langsung maupun tidak langsung, seperti bagi penyedia layanan pameran, logistik, transportasi, perhotelan, serta UMKM pendukung.
Secara sosial, keberadaan IFBC mendorong terbentuknya komunitas kewirausahaan yang lebih kuat. Pengunjung dari berbagai kalangan memiliki ruang untuk bertukar gagasan, berkolaborasi, dan membangun jejaring yang tak hanya berhenti pada pameran, tetapi dapat berlanjut ke ranah kerja sama jangka panjang.
Acara ini menjadi bukti bahwa usaha kecil dan menengah (UKM) Indonesia memiliki potensi besar untuk tumbuh menjadi usaha yang lebih besar melalui jaringan kemitraan strategis. Hal ini juga selaras dengan arah pembangunan ekonomi nasional yang mengedepankan pemberdayaan UKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia.
Menyatukan Generasi Wirausaha

Salah satu elemen menarik di IFBC 2026 adalah keberagaman pengunjung dan peserta. Event ini menarik pengunjung dari berbagai latar belakang usia dan profesi, mulai dari mahasiswa, profesional karier yang ingin beralih menjadi entrepreneur, hingga pensiunan yang tertarik memulai usaha baru.
Pendekatan seperti ini membantu menjembatani gap generasi dalam dunia bisnis dengan cara menyediakan wadah bersama bagi mereka yang ingin berkontribusi dalam dunia usaha. IFBC menjadi bukti bahwa potensi kewirausahaan tidak dibatasi oleh usia, melainkan oleh kesiapan, keterampilan, dan kemauan untuk belajar serta berkolaborasi.
Tren Era Digital dan Franchise
Transformasi digital yang kian cepat turut mempengaruhi cara pelaku franchise menjalankan bisnisnya. Di IFBC 2026, sejumlah sesi diskusi menekankan pentingnya digital marketing, sistem bisnis berbasis teknologi, serta pemanfaatan platform digital untuk mengembangkan usaha.
Hal ini penting karena konsumen modern kini lebih memilih cara bertransaksi yang mudah dan cepat melalui platform digital. Franchise yang mampu memadukan keunggulan offline dan online memiliki peluang lebih besar untuk sukses di pasar yang kompetitif seperti sekarang ini.
IFBC 2026 dan Masa Depan Bisnis Indonesia

Kehadiran IFBC 2026 di ICE BSD City menegaskan komitmen untuk terus memperkuat ekosistem franchise, distributor, dan kemitraan bisnis di Indonesia. Lebih dari sekadar pameran, IFBC adalah ruang kolaborasi yang mempertemukan visi, sumber daya, dan peluang.
Di tengah tantangan global dan perubahan cepat, IFBC 2026 menawarkan optimisme yang realistis. Dengan pendekatan edukatif, kolaboratif, dan berorientasi pada keberlanjutan, pameran ini menjadi bagian penting dari perjalanan bisnis Indonesia menuju masa depan yang lebih inklusif dan berdaya saing.
