Banyak orang mempersiapkan pernikahan dengan matang: gedung, katering, pakaian, hingga konsep acara. Namun sedikit yang benar-benar mempersiapkan satu hal paling krusial: kesehatan keuangan setelah akad.
Di sisi lain, banyak pebisnis mengejar keuntungan tanpa memahami bagaimana Islam memandang kesuksesan. Padahal sejarah Islam telah menghadirkan sosok luar biasa: Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi yang sukses dalam bisnis, tetapi tetap rendah hati dan dermawan.
Dalam sesi bersama Ustadzah Syifa Nurfhadhilah dan Muhammad Kasif Heer, S.Pd.I, dua tema penting dibahas: pernikahan maslahat yang dimulai dari keuangan sehat dan kunci sukses bisnis ala Abdurrahman bin Auf.
Pernikahan yang Maslahat Berawal dari Keuangan yang Sehat
Maslahat berarti membawa kebaikan dan kebermanfaatan — bukan hanya untuk pasangan, tetapi juga untuk keluarga dan lingkungan sekitar.
Namun bagaimana pernikahan bisa maslahat jika sejak awal dibangun di atas masalah finansial?
Banyak konflik rumah tangga berawal dari:
- Tidak adanya transparansi keuangan
- Perbedaan gaya hidup
- Hutang sebelum menikah
- Tidak adanya perencanaan jangka panjang
Keuangan sehat bukan berarti harus kaya. Keuangan sehat berarti:
- Memahami pemasukan dan pengeluaran
- Menghindari hutang konsumtif
- Memiliki visi finansial bersama
- Mengutamakan keberkahan daripada gengsi
Dalam Islam, suami memiliki tanggung jawab nafkah. Namun istri juga berperan dalam menjaga stabilitas rumah tangga melalui pengelolaan yang bijak.
Pernikahan yang kuat bukan hanya karena cinta, tetapi karena kesiapan mental dan finansial. Ketika keuangan dikelola dengan prinsip syariah dan komunikasi yang baik, rumah tangga lebih kokoh menghadapi ujian.
Kunci Sukses Bisnis Abdurrahman bin Auf
Jika berbicara tentang bisnis dalam Islam, sulit untuk tidak menyebut Abdurrahman bin Auf.
Beliau datang ke Madinah tanpa harta setelah hijrah. Namun dalam waktu singkat, ia mampu membangun kembali kekayaannya melalui perdagangan yang jujur dan amanah.
Apa rahasianya?
- Integritas tanpa kompromi
- Keberanian mengambil peluang
- Kerja keras tanpa mengeluh
- Tidak bergantung pada belas kasihan
- Dermawan saat sudah berlimpah
Ketika ditawari bantuan besar oleh kaum Anshar, beliau memilih ditunjukkan pasar. Ia ingin memulai dari usaha sendiri.
Kekayaan beliau tidak menjadikannya sombong. Justru semakin kaya, semakin besar kontribusinya untuk umat.
Inilah perbedaan sukses duniawi dan sukses Islami. Sukses Islami tidak berhenti pada profit, tetapi berlanjut pada manfaat.
Rumah Tangga dan Dunia Usaha: Fondasinya Sama
Menariknya, pernikahan dan bisnis memiliki fondasi yang serupa:
- Kejujuran
- Komitmen
- Perencanaan
- Tanggung jawab
- Keberkahan
Keuangan sehat membangun rumah tangga yang maslahat.
Prinsip halal dan amanah membangun bisnis yang berkah.
Ketika individu kuat secara finansial dan spiritual, keluarga menjadi kokoh. Ketika keluarga kokoh, masyarakat pun ikut kuat.
Hadiri Kajian Islam Live Bersama INRA Expo 2026

Jika Anda ingin memahami bagaimana membangun pernikahan yang maslahat melalui keuangan sehat serta belajar langsung kunci sukses bisnis dari teladan Abdurrahman bin Auf, jangan lewatkan sesi kajian ini.
Tema: Pernikahan yang Maslahat Berawal dari Keuangan yang Sehat

7 Maret | 10.00 – 12.00
Bersama Ustadzah Syifa Nurfhadhilah
Tema: Kunci Sukses Bisnis Abdurrahman bin Auf

7 Maret | 15.30 – 17.30
Bersama Muhammad Kasif Heer, S.Pd.I
Kajian Islam Live dapat disaksikan secara GRATIS melalui platform Hi-Fella.
Peserta juga berkesempatan untuk berdonasi seikhlasnya yang akan disalurkan melalui program sedekah bersama LAZISKU secara amanah.
Mari hadir, belajar, dan bangun fondasi kehidupan dengan prinsip yang benar.
