Hi-Fella Insights

Pentingnya Buku Studi Kelayakan Bisnis dalam Memitigasi Risiko dan Meningkatkan Peluang Sukses

Studi kelayakan bisnis adalah salah satu instrumen penting yang dapat memandu jalan kita menuju kesuksesan bisnis. Studi kelayakan bisnis berguna untuk memitigasi risiko dan meningkatkan peluang sukses suatu bisnis. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang potensi risiko dapat menaikkan peluang sukses tersebut. Apa itu studi kelayakan bisnis? Apa saja tahapan, komponen, dan manfaatnya? Serta adakah buku yang mencakup semua itu? Pentingnya buku studi kelayakan bisnis bagi pengusaha, calon pebisnis, dan mahasiswa bisnis. Ini dia rekomendasinya!

Apa itu studi kelayakan bisnis?

Seperti namanya, studi kelayakan bisnis adalah kegiatan yang dilakukan untuk mengukur kelayakan suatu peluang bisnis. Fokusnya adalah untuk mengidentifikasi potensi masalah dalam bisnis dengan harapan bisnis yang akan dijalankan dapat bertahan dan jauh dari rugi. Setelah mendapat potensi masalahnya, studi kelayakan bisnis juga akan mencari kemungkinan-kemungkinan solusi yang bisa diterapkan untuk menangani potensi masalah tersebut.

Tahapan dalam studi kelayakan bisnis

Ada 6 tahapan dalam studi kelayakan bisnis yaitu sebagai berikut.

  1. Menemukan ide
    Ide bisnis bisa dimulai dari ide kasar. Ide-ide tersebut bisa berawal dari masalah yang ada di sekitar kita, kemudian dari masalah tersebut dibangunlah bisnis sebagai solusinya.
  2. Penelitian
    Lakukan penelitian berdasarkan ide bisnis yang sudah ditemukan. Cari tahu bagaimana operasionalnya, apa saja kelebihan dan kekurangannya, apa saja risiko yang mungkin muncul, hambatan apa yang mungkin muncul, sampai siapa saja pesaingnya.
  3. Evaluasi
    Dari hasil penelitian tersebut, kita tahu risiko, kekurangan, dan hambatan yang mungkin muncul dari ide bisnis kita. Lakukan evaluasi terhadap kekurangan-kekurangan tersebut. Pastikan apakah kelebihan bisnis kita dapat mengatasi kekurangan bisnis kita atau tidak.
  4. Penentuan
    Hasil dari evaluasi yang telah dilakukan sebelumnya itu akan menjadi dasar penentuan apakah ide bisnis yang kita tentukan sudah layak dijalankan atau belum. Jika sudah layak, kita bisa merealisasikannya. Jika dirasa belum, kita bisa mencari peluang bisnis lain.
  5. Rencana pelaksanaan
    Jika hasil penentuannya adalah kita bisa merealisasikan ide bisnis kita, langkah selanjutnya adalah merencanakan bisnis tersebut. Hasil analisis studi kelayakan tersebut bisa kita manfaatkan sebagai acuan untuk merencanakan bisnis.
  6. Pelaksanaan
    Jika rencana sudah siap, ini saatnya kita merealisasikan rencana bisnis tersebut. Jangan lupa untuk evaluasi secara berkala untuk mengetahui mana yang berhasil mana yang tidak.

Komponen yang harus ada dalam laporan studi kelayakan bisnis

Dalam menulis laporan studi kelayakan bisnis, ada 5 komponen yang harus dimasukkan ke dalamnya. Lima komponen tersebut adalah sebagai berikut.

  1. Ekonomi dan budaya
    Studi kelayakan bisnis menganalisis dampak pendirian bisnis terhadap lingkungan sekitar pada aspek ekonomi dan budaya. Apakah bisnis mempengaruhi adat sekitar atau tidak? Apakah bisnis mempengaruhi ekonomi sekitar atau tidak?
  2. Pasar dan pemasaran
    Aspek pasar dan pemasaran menjawab apakah bisnis memiliki peluang penjualan atau tidak. Bagaimana potensi pasarnya? Seberapa luas konsumennya? Bagaimana daya beli masyarakatnya? Bagaimana segmentasi pasarnya? Siapa pesaing bisnisnya dan bagaimana situasi persaingannya?
  3. Manajemen
    Komponen manajemen menjawab bagaimana nantinya operasional perusahaan. Bagaimana pembangunannya? Bagaimana pengembangannya? Bagaimana manajemen sumber daya dan finansialnya?
  4. Keuangan
    Aspek keuangan menganalisis proses penganggaran agar rencana bisnis matang. Berapa besar modal yang dibutuhkan untuk mendirikan bisnis tersebut? Apakah modalnya cukup? Dari mana modalnya? Bagaimana pengelolaan keuangannya?
  5. Legalitas dan hukum
    Poin legalitas dan hukum yang harus dianalisis dalam studi kelayakan bisnis ketika ingin menjalani bisnis di antaranya izin lokasi untuk mendirikan perusahaan, tanda pendaftaran perusahaan, NPWP, akta pendirian perusahaan dari notaris, Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP), dan lain-lain.

Manfaat dan tujuan studi kelayakan bisnis

Studi kelayakan bisnis akan sangat bermanfaat bila dijalankan dan diterapkan dengan baik. Manfaat dari studi kelayakan bisnis adalah sebagai berikut.

  1. Perencanaan dan pelaksanaan bisnis jadi lebih mudah dan lancar
    Kalau kita sudah mengetahui apa saja risiko yang akan kita alami pada bisnis kita, maka kita akan tahu kelebihan dan kekurangan dari bisnis kita. Maka dari itu, perencanaan bisnis pun akan lebih cepat karena kita akan fokus pada apa saja yang bisa kita lakukan untuk memaksimalkan kelebihan bisnis dan menangani kekurangan bisnis. Dengan begitu, kita dapat mengevaluasi mana langkah yang efektif diterapkan dan mana yang tidak sehingga pelaksanaan bisnis pun akan lebih lancar.
  2. Risiko kerugian kecil
    Ketika kita menjalani studi kelayakan bisnis, kita tahu risiko apa saja yang akan kita hadapi dengan bisnis yang kita jalani. Dengan begitu, sebagai pebisnis, kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi risiko-risiko tersebut.
  3. Lebih mudah untuk mengawasi dan mengendalikan bisnis
    Hasil laporan studi kelayakan bisnis terdiri dari berbagai aspek. Kita bisa menggunakan aspek-aspek tersebut untuk melakukan pengawasan internal dan pihak berwenang pun bisa menggunakan laporan tersebut untuk melakukan pengawasan eksternal. Laporan ini juga berguna sebagai acuan untuk mengambil langkah yang tepat ketika ditemukan masalah dalam bisnis kita.

Rekomendasi buku studi kelayakan bisnis

Untuk memahami lebih jauh tentang studi kelayakan bisnis, kita bisa membaca beberapa buku referensi tentang studi kelayakan bisnis. Berikut ini beberapa rekomendasi buku studi kelayakan bisnis.

  1. Studi Kelayakan Bisnis Pendekatan Praktis oleh Suliyanto
  2. Studi Kelayakan Bisnis Teori dan Aplikasi oleh Chairul Anam
  3. Studi Kelayakan Bisnis Tinjauan Teoritas Dan Praktik oleh Abdul Haris
  4. Studi Kelayakan Bisnis (Business Feasibility Study) oleh Reza Nurul Ichsan dkk.