Mengatur keuangan pribadi secara manual bisa memakan waktu dan mudah terlewat detail. Berkat teknologi kecerdasan buatan (AI), kini banyak aplikasi dan tools yang dapat membantu mengelola anggaran, mencatat pengeluaran, bahkan memprediksi kebiasaan belanja kamu secara otomatis.
Berikut adalah daftar tools AI yang bisa kamu gunakan untuk mengatur keuangan secara otomatis:
1. Cleo
Cleo AI Ltd menghadirkan asisten keuangan berbasis chat yang terasa seperti berbicara dengan teman. Cleo terhubung langsung ke rekening bank pengguna (di negara yang didukung), lalu menganalisis transaksi secara real-time.
Fitur utama:
- Analisis pengeluaran otomatis
- Pengingat tagihan
- Rekomendasi budgeting berbasis kebiasaan
- Fitur “roasting mode” untuk memberi peringatan belanja berlebihan
Kelebihan: Interaktif dan engaging, cocok untuk generasi muda.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin insight cepat dan praktis tanpa laporan yang terlalu teknis.
2. Plum
Plum Fintech Ltd menggunakan AI untuk menganalisis pola transaksi dan secara otomatis menyisihkan uang ke tabungan atau investasi. Sistemnya menghitung jumlah aman yang bisa ditabung tanpa mengganggu kebutuhan harian.
Fitur utama:
- Auto-saving berbasis algoritma
- Rekomendasi investasi
- Analisis pengeluaran bulanan
- Goal-based saving
Kelebihan: Sangat otomatis dan minim intervensi manual.
Cocok untuk: Pengguna yang kesulitan disiplin menabung.
3. Finku
Finku adalah aplikasi keuangan asal Indonesia dengan fitur AI assistant bernama FinGPT. Aplikasi ini menggabungkan pencatatan keuangan, pengelolaan utang, hingga monitoring aset dalam satu dashboard.
Fitur utama:
- Sinkronisasi rekening dan e-wallet
- Analisis arus kas
- Tracking utang dan cicilan
- Insight keuangan personal berbasis AI
Kelebihan: Relevan untuk pengguna Indonesia dengan ekosistem lokal.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin melihat gambaran total aset dan kewajiban secara terintegrasi.
4. Finzo
Finzo membantu pengguna menyusun anggaran realistis berdasarkan pola pengeluaran historis. AI akan mempelajari kebiasaan finansial dan menyarankan batas pengeluaran tiap kategori.
Fitur utama:
- Auto-categorization transaksi
- Budget prediction
- Notifikasi pengeluaran berlebih
- Ringkasan keuangan bulanan
Kelebihan: Fokus pada disiplin budgeting.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin mengontrol spending dengan lebih ketat.
5. AI Money Tracker
AI Money Tracker dirancang untuk memudahkan pencatatan otomatis dengan sistem klasifikasi berbasis machine learning. Semakin sering digunakan, sistemnya semakin akurat membaca kategori transaksi.
Fitur utama:
- Pengelompokan transaksi otomatis
- Visualisasi laporan keuangan
- Insight pola belanja
- Tracking target tabungan
Kelebihan: Simpel dan fokus pada tracking.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin visual report tanpa kompleksitas fitur investasi.
6. Voicash AI
Voicash AI menawarkan pendekatan berbasis laporan otomatis harian, mingguan, dan bulanan. Sistem AI membantu mengidentifikasi pengeluaran tidak rutin yang sering luput dari perhatian.
Fitur utama:
- Laporan berkala otomatis
- Deteksi pengeluaran abnormal
- Ringkasan arus kas
- Kategori transaksi otomatis
Kelebihan: Monitoring rutin tanpa perlu cek manual setiap hari.
Cocok untuk: Pengguna sibuk yang ingin laporan ringkas.
7. Finetiks
Finetiks menggabungkan pencatatan keuangan dan konsultasi ringan berbasis AI. Aplikasi ini memberikan insight personal berdasarkan pola pengeluaran dan pemasukan.
Fitur utama:
- Tracking real-time
- Konsultasi keuangan ringan
- Analisis cash flow
- Dashboard performa finansial
Kelebihan: Lebih personal dengan pendekatan edukatif.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin belajar memahami kondisi finansialnya.
8. Rekafin
Rekafin unik karena berbasis WhatsApp bot. Pengguna cukup mencatat transaksi lewat chat, dan sistem AI akan menyusunnya menjadi laporan otomatis.
Fitur utama:
- Input transaksi via chat
- Rekap otomatis
- Ringkasan keuangan berkala
- Tanpa perlu instal aplikasi tambahan
Kelebihan: Praktis dan ringan.
Cocok untuk: Pengguna yang ingin sistem sederhana tanpa aplikasi kompleks.
Tips Memilih Tools AI Keuangan

- Integrasi rekening, pastikan tool bisa terhubung dengan bank atau e-wallet untuk pencatatan otomatis.
- Analisis dan rekomendasi, pilih yang memberi insight seputar kebiasaan belanja atau saran alokasi anggaran.
- Privasi dan keamanan, utamakan aplikasi yang punya enkripsi dan pengamanan data kuat.
Tools-tools di atas dirancang untuk membuat manajemen keuangan lebih sederhana, otomatis, dan informatif tanpa perlu ribet dengan spreadsheet manual setiap bulan. Kalau kamu ingin mulai dari yang paling “hands-off” atau justru yang memberi kontrol jadikan prioritas, itu bisa menentukan mana yang paling cocok untuk dipakai.

