Hi-Fella Insights

Bingung Arah Karier? 1-on-1 Career Mentoring Muncul sebagai Jawaban Baru

April 29, 2026
Hi-Fella
Top Author Icon Top Author

Hi-Fella

Content Writer

This is the official account of Hi-Fella, the digital solution platform.

Banyak orang sudah kerja 2–5 tahun, bahkan lebih, tapi masih merasa jalan di tempat. Bukan karena malas atau tidak punya kemampuan, tapi karena tidak pernah benar-benar punya arah yang jelas sejak awal.

Perubahan dunia kerja yang cepat ikut memperparah kondisi ini. Berdasarkan referensi dari World Economic Forum, perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan industri membuat banyak peran kerja berubah dalam waktu singkat. Skill yang relevan hari ini belum tentu masih relevan beberapa tahun ke depan.

Di Indonesia, situasinya terasa lebih kompleks. Banyak orang masuk ke pekerjaan karena “kesempatan yang ada”, bukan karena strategi jangka panjang. Informasi soal career path juga sering tidak terbuka, sehingga banyak yang berjalan tanpa peta.

Akhirnya muncul kondisi yang cukup umum:

  • Sudah kerja lama, tapi tidak tahu next step
  • Ingin pindah, tapi takut salah arah
  • Merasa tidak berkembang, tapi tidak tahu harus mulai dari mana

Masalahnya sering bukan di skill, tapi di arah yang tidak jelas

Banyak orang langsung berpikir harus belajar skill baru setiap kali merasa stuck. Padahal, akar masalahnya sering bukan di kurangnya skill, tapi tidak tahu skill mana yang benar-benar dibutuhkan.

Berdasarkan referensi dari McKinsey & Company, banyak profesional mengalami stagnasi karena tidak memiliki visibilitas terhadap peluang karier dan arah perkembangan yang tepat.

Contoh yang sering terjadi:

  • Ikut banyak course, tapi tidak berdampak ke karier
  • Terlalu lama di role yang tidak punya progression
  • Mengambil keputusan karier berdasarkan tren, bukan kebutuhan pribadi

Tanpa arah yang jelas, effort sebesar apa pun jadi kurang optimal.

Kenapa advice umum sering terasa tidak mempan

Saran seperti “upgrade skill”, “perbanyak networking”, atau “coba hal baru” memang sering terdengar. Tapi ketika diterapkan, hasilnya tidak selalu terasa.

Setiap orang punya konteks yang berbeda:

  • Latar belakang pendidikan
  • Kondisi finansial
  • Pengalaman kerja
  • Tujuan hidup

Berdasarkan referensi dari Organisation for Economic Co-operation and Development, pendekatan pengembangan karier yang efektif perlu disesuaikan secara personal, bukan sekadar template umum.

Itulah kenapa banyak orang tetap bingung meskipun sudah mencoba berbagai saran.

Kenapa 1-on-1 career mentoring mulai banyak dicari

Di tengah kebingungan ini, muncul pendekatan yang lebih personal: 1-on-1 career mentoring.

Konsepnya sederhana, diskusi langsung dengan orang yang sudah pernah berada di posisi yang ingin dicapai.

Berdasarkan referensi dari Harvard Business Review, mentoring membantu meningkatkan kejelasan arah karier, mempercepat pengambilan keputusan, dan meningkatkan kepercayaan diri profesional.

Pendekatan ini terasa relevan karena banyak hal penting di dunia kerja yang tidak diajarkan secara formal, seperti:

  • Cara membaca peluang industri
  • Strategi pindah kerja yang tepat
  • Cara positioning diri di market
  • Realita di balik suatu role atau industri

Hal-hal seperti ini biasanya baru dipahami setelah mengalami sendiri, yang sering memakan waktu bertahun-tahun.

Apa yang biasanya dibahas dalam mentoring dan kenapa terasa berbeda

Mentoring bukan sekadar ngobrol santai. Diskusinya cenderung lebih spesifik dan langsung ke inti masalah.

Topik yang sering muncul:

  • Apakah karier saat ini masih punya growth
  • Kapan waktu yang tepat untuk pindah
  • Skill apa yang benar-benar dihargai perusahaan
  • Cara meningkatkan value di mata recruiter

Pendekatannya lebih ke membantu melihat situasi secara objektif, lalu menyusun langkah yang realistis.

Banyak orang baru sadar bahwa mereka salah arah setelah mendapatkan perspektif dari orang yang lebih berpengalaman.

Siapa yang biasanya paling terbantu dengan mentoring

Beberapa fase karier memang lebih rawan kebingungan dibanding yang lain.

Yang paling sering membutuhkan guidance:

  • Fresh graduate yang belum tahu ingin masuk industri apa
  • Early career (1–5 tahun) yang mulai merasa stagnan
  • Profesional yang ingin pindah jalur karier
  • Kandidat yang ingin naik ke posisi lebih senior

Data dari LinkedIn menunjukkan bahwa mobilitas karier semakin tinggi, artinya semakin banyak orang berpindah role atau industri.

Tanpa arah yang jelas, perpindahan ini bisa jadi langkah maju, atau justru muter di tempat.

Kenapa pendekatan seperti ini makin relevan sekarang

Dunia kerja sekarang tidak lagi linear. Tidak ada satu jalur pasti yang bisa diikuti semua orang.

Pilihan semakin banyak, tapi itu juga berarti:

  • Risiko salah langkah lebih besar
  • Kompetisi semakin ketat
  • Waktu untuk trial & error jadi lebih mahal

Dalam kondisi seperti ini, punya akses ke insight yang tepat bisa membuat perbedaan besar.

Bukan soal siapa yang paling pintar, tapi siapa yang tahu harus melangkah ke mana.

Kalau masih bingung arah karier, mungkin kamu butuh perspektif baru di Skillfest 2026 by Hi-Fella!

skillfest 2026

Kalau sampai sekarang masih merasa stuck, kemungkinan besar bukan karena kurang usaha. Bisa jadi karena belum melihat gambaran yang utuh tentang pilihan yang ada.

Melalui Skillfest 2026, kamu bisa ikut sesi 1-on-1 career mentoring langsung dengan praktisi industri.

Di sini kamu bisa:

  • Diskusi langsung soal kondisi kariermu
  • Mendapat insight yang lebih realistis
  • Menyusun langkah berikutnya dengan lebih jelas

Kadang yang dibutuhkan bukan jawaban instan, tapi sudut pandang yang berbeda, yang membantu kamu melihat opsi yang sebelumnya tidak terlihat.

Hi-Fella
Top Author Icon Top Author

Hi-Fella

Content Writer

This is the official account of Hi-Fella, the digital solution platform.

Read More

Other Insights