Di tahun 2026, bantuan modal usaha untuk UMKM masih tersedia, tetapi polanya sudah berubah. Pemerintah tidak lagi fokus pada bantuan tunai besar-besaran seperti masa pandemi, melainkan mendorong pelaku usaha untuk mengakses pembiayaan yang lebih terstruktur.
Artinya, pelaku UMKM sekarang dituntut lebih aktif, mencari, mendaftar, dan memenuhi syarat program yang ada.
Sejumlah program seperti KUR, UMi, hingga bantuan berbasis kelompok seperti KUBE masih menjadi tulang punggung dukungan pemerintah. Ada juga skema hibah seperti Wirausaha Pemula dan bantuan sosial usaha dari Kemensos, meskipun sifatnya lebih selektif.

Table of Contents
Di sisi lain, program seperti penghapusan kredit UMKM juga hadir untuk membantu pelaku usaha yang terdampak dan ingin memulai kembali.
Berikut daftar bantuan yang tersedia di 2026.
1. KUR (Kredit Usaha Rakyat)
KUR masih jadi program utama pemerintah di 2026 untuk membantu UMKM mendapatkan akses modal dengan bunga rendah. Program ini cocok untuk usaha yang sudah berjalan dan ingin berkembang, dengan plafon pinjaman mulai dari jutaan hingga ratusan juta rupiah. Karena disubsidi pemerintah, bunga KUR jauh lebih ringan dibanding pinjaman biasa, sehingga banyak pelaku usaha mengandalkan program ini untuk scale bisnis.
Selain itu, proses pengajuan KUR sekarang semakin mudah karena sudah tersedia secara online maupun offline melalui bank penyalur seperti BRI, BNI, dan Mandiri. Kamu cukup menyiapkan dokumen usaha seperti NIB atau surat keterangan usaha untuk bisa mengajukan.
Daftar di sini → https://kur.ekon.go.id
2. BPUM (Bantuan Produktif Usaha Mikro)
BPUM adalah bantuan hibah yang tidak perlu dikembalikan. Program ini sempat sangat populer saat pandemi, dan di 2026 masih tersedia meskipun lebih selektif. Nominal bantuan biasanya berkisar antara Rp1,2 juta hingga Rp2,4 juta, tergantung kebijakan pemerintah.
Program ini ditujukan untuk usaha mikro yang benar-benar membutuhkan bantuan awal. Namun, karena kuotanya terbatas, tidak semua pendaftar akan mendapatkan bantuan. Biasanya pendaftaran dilakukan melalui dinas koperasi daerah.
Daftar di sini → https://www.kemenkopukm.go.id
3. UMi (Ultra Mikro)
Program UMi menyasar pelaku usaha kecil yang belum bisa mengakses perbankan. Biasanya ini adalah usaha rumahan atau pedagang kecil yang belum memiliki riwayat kredit. Program ini memberikan pinjaman dengan syarat yang lebih ringan dibanding bank.
UMi disalurkan melalui koperasi atau lembaga keuangan non-bank, sehingga lebih fleksibel dan dekat dengan masyarakat. Ini menjadi solusi bagi pelaku usaha yang masih di tahap awal dan belum bankable.
Daftar di sini → https://www.kemenkeu.go.id
4. KUBE (Kelompok Usaha Bersama)
KUBE adalah program bantuan berbasis kelompok yang ditujukan untuk masyarakat prasejahtera. Program ini tidak hanya memberikan modal, tetapi juga pendampingan agar usaha bisa berjalan secara kolektif.
Karena berbasis kelompok, kamu perlu membentuk tim usaha kecil bersama beberapa orang. Program ini cocok untuk usaha seperti ternak, kerajinan, atau usaha bersama lainnya yang membutuhkan kerja tim.
Daftar di sini → https://kemensos.go.id
5. Wirausaha Pemula (KemenKop UKM)
Program ini ditujukan untuk pelaku usaha yang baru memulai. Bantuan yang diberikan tidak hanya modal, tetapi juga pelatihan dan pendampingan bisnis. Ini cocok untuk kamu yang masih di tahap awal dan butuh arahan.
Namun, program ini bersifat seleksi, jadi kamu perlu menyiapkan proposal usaha yang jelas dan realistis. Biasanya dibuka dalam beberapa gelombang setiap tahun.
Daftar di sini → https://www.kemenkopukm.go.id
6. LPDB-KUMKM (Dana Bergulir)
LPDB memberikan pembiayaan dengan bunga rendah melalui koperasi. Artinya, kamu tidak bisa langsung daftar sebagai individu, tetapi harus melalui koperasi yang menjadi mitra.
Program ini cocok untuk usaha yang sudah berjalan dan ingin berkembang lebih besar. Dengan bunga yang lebih rendah dari pinjaman komersial, LPDB menjadi pilihan menarik untuk ekspansi usaha.
Daftar di sini → https://lpdb.id
7. PENA (Pahlawan Ekonomi Nusantara)
PENA adalah program pemberdayaan masyarakat prasejahtera agar bisa mandiri secara ekonomi. Bantuan yang diberikan mencakup modal usaha, pelatihan, dan pendampingan.
Program ini biasanya berjalan melalui Kemensos dan menyasar masyarakat yang ingin mulai usaha dari nol. Fokusnya bukan hanya memberi modal, tetapi membangun usaha yang berkelanjutan.
Daftar di sini → https://kemensos.go.id
8. Bansos Modal Usaha Kemensos
Program ini memberikan bantuan langsung untuk pelaku usaha mikro yang terdaftar dalam data sosial pemerintah. Tujuannya adalah membantu usaha kecil agar bisa bertahan dan berkembang.
Biasanya program ini terintegrasi dengan DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), sehingga kamu perlu memastikan data kamu sudah terdaftar untuk bisa mendapatkan bantuan.
Daftar di sini → https://cekbansos.kemensos.go.id
Temukan Supplier dan Partner Bisnis Anda di Hi-Fella!

Mendapatkan bantuan modal dari pemerintah memang bisa jadi langkah awal. Tapi setelah dana itu masuk, tantangan sebenarnya baru dimulai. Banyak usaha berhenti di tengah jalan bukan karena tidak laku, melainkan karena kesulitan menjaga pasokan, harga bahan baku yang tidak stabil, atau tidak punya jaringan bisnis yang mendukung.
Di sinilah pentingnya membangun fondasi bisnis yang lebih kuat. Melalui Hi-Fella, kamu bisa menemukan supplier dan partner B2B dalam satu platform, mulai dari bahan baku hingga kebutuhan operasional lainnya. Dengan akses yang lebih terstruktur, kamu tidak perlu lagi mengandalkan trial and error dalam mencari mitra usaha.
Jangan berhenti di modal. Temukan supplier bisnismu, bangun jaringan yang tepat, dan kembangkan usahamu lebih cepat bersama Hi-Fella.
