Tahun 2025 menjadi momen penting bagi pasar mobil listrik (EV) di Indonesia maupun dunia. Dengan meningkatnya kesadaran lingkungan, perluasan jaringan infrastruktur pengisian daya, serta hadirnya model-model baru yang menarik minat konsumen, penjualan EV menunjukkan tren kuat. Pelaku usaha otomotif, investor, dan konsumen sama-sama mengikuti dinamika ini dengan antusias tak terkecuali di Indonesia, di mana data penjualan menunjukkan pertumbuhan signifikan sepanjang tahun.
Di artikel ini kita akan mengulas merek-merek mobil listrik paling laku sepanjang 2025, apa yang membuatnya diminati, serta tren yang membentuk pasar EV di Indonesia dan global.
Dominasi Merek Cina: BYD Unggul Jauh

BYD sebagai Pemimpin Pasar Global dan Nasional
Data penjualan menunjukkan satu hal cukup jelas: BYD menjadi merek mobil listrik yang paling laku di 2025, baik di Indonesia maupun secara global.
Menurut laporan global, BYD menguasai penjualan EV dunia dengan hampir 4 juta unit terjual pada 2025, meraih sekitar 19% pangsa pasar total EV global dan mengungguli pesaing lainnya.
Di pasar Indonesia sendiri juga mencatat dominasi BYD yang sangat kuat. Berdasarkan data wholesales sepanjang tahun 2025, BYD menempati posisi puncak dengan beberapa model EV yang masuk dalam daftar terlaris.
10 Model Mobil Listrik Terlaris 2025 (Indonesia)
Berikut daftar sepuluh mobil listrik terlaris di Indonesia sepanjang 2025 menurut data wholesales, yang mencerminkan preferensi konsumen domestik terhadap EV:
| Merek / Model | Jumlah Terjual (2025) |
| BYD Atto 1 | 22.582 unit |
| BYD M6 | 10.682 unit |
| BYD Sealion 7 | 8.402 unit |
| Denza D9 | 7.474 unit |
| VinFast VF e34 | 5.974 unit |
| Chery J6 | 6.070 unit |
| Wuling Binguo EV | 4.213 unit |
| Wuling Air EV | 3.894 unit |
| VinFast VF5 | 3.106 unit |
| Aion V | 3.087 unit |
Statistik ini menunjukkan dominasi model BYD di tiga posisi teratas, diikuti oleh model dari merek lain seperti Denza, Wuling, dan VinFast.
Mengapa BYD Begitu Populer?
Beberapa faktor kunci mendorong dominasi BYD, baik secara global maupun di pasar Indonesia:
1. Harga Kompetitif
BYD menawarkan pilihan model dengan harga yang bersaing, membuat EV lebih terjangkau dibanding banyak rival. Misalnya, model Atto 1 dikenal karena harga entry-level yang menarik bagi konsumen Indonesia.
2. Pilihan Varian yang Beragam
BYD tidak hanya menargetkan satu segmen, tetapi menawarkan SUV, MPV, dan hatchback listrik yang sesuai kebutuhan keluarga maupun individu.
3. Infrastruktur dan Ekosistem
Dengan basis kuat di pasar China, BYD memanfaatkan skala produksi besar serta dukungan jaringan purna jual untuk memperluas penetrasi pasar ekspor.
4. Prestasi Global
Dominasi BYD di pasar global memperkuat persepsi konsumen terhadap keandalan dan popularitas brand tersebut.
Tren Pasar Mobil Listrik 2025: China Tetap Penggerak Utama
Secara global, pertumbuhan pasar EV tidak terlepas dari peran besar pasar China sebagai mesin utama penjualan listrik. China menyumbang porsi besar dari total penjualan EV global dan terus memperluas produksi serta ekspor model-modelnya.
Dominasi merek Cina seperti BYD sejalan dengan tren ini, di mana produsen China semakin agresif dalam penetrasi pasar luar negeri dengan produk yang kompetitif baik dari sisi harga maupun teknologi. Di beberapa pasar seperti Eropa, merek China juga mulai menunjukkan kehadiran mereka.
Tantangan dan Persaingan di Pasar EV 2025
Walau pertumbuhan EV terus meningkat, tidak semua pemain otomotif merasakan momentum yang sama. Di beberapa pasar seperti Amerika Serikat, penjualan EV sempat menunjukkan tren menurun akibat perubahan insentif dan persaingan dengan merek lokal.
Di sisi lain, persaingan semakin ketat dengan masuknya banyak merek lain yang menawarkan model baru dan teknologi canggih. Global EV sales diperkirakan terus bertambah, dengan peningkatan jumlah kendaraan listrik di banyak wilayah.
Masa Depan Penjualan Mobil Listrik
Melihat tren penjualan 2025, jelas bahwa pasar EV bukan sekadar fenomena sesaat. Adopsi mobil listrik diperkirakan terus berkembang, didorong oleh:
- Perluasan infrastruktur pengisian daya
- Kebijakan pemerintah yang mendorong transisi energi
- Penurunan biaya produksi baterai
- Pilihan model yang semakin beragam
Bagi pelaku usaha otomotif dan investor, memahami tren ini adalah kunci untuk strategi jangka panjang di era elektrifikasi.
Tahun 2025 menjadi tahun penting bagi mobil listrik. Secara global dan di Indonesia, BYD muncul sebagai merek paling laku, dengan serangkaian model yang mendominasi angka penjualan. Hal ini mencerminkan pergeseran preferensi konsumen ke arah kendaraan listrik yang lebih terjangkau, efisien, dan berteknologi tinggi.
Dipadu dengan kompetisi dari merek lain seperti Denza, Wuling, dan VinFast, pasar EV semakin dinamis bukan hanya di Indonesia, tetapi juga di seluruh dunia. Tren ini membuka peluang bisnis baru, bukan hanya dalam penjualan kendaraan, tetapi juga dalam layanan purna jual, infrastruktur, dan teknologi pendukung EV.

