Di tengah kondisi ekonomi yang membuat banyak masyarakat lebih berhati-hati mengeluarkan uang, bisnis coffee shop justru masih terus bermunculan di berbagai kota.
Mulai dari coffee shop kecil di area perumahan hingga cafe modern dengan konsep estetik, industri kopi terlihat belum menunjukkan tanda melambat.
Fenomena ini cukup menarik karena secara logika, saat daya beli melemah, bisnis nongkrong seharusnya ikut terdampak. Namun realitanya, banyak coffee shop baru tetap dibuka, bahkan di area yang persaingannya sudah sangat padat.
Kondisi tersebut membuat banyak orang bertanya: kenapa bisnis coffee shop tetap menjamur meski ekonomi sedang tidak mudah?
Nongkrong Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup
Salah satu alasan terbesar adalah perubahan gaya hidup masyarakat urban, terutama anak muda. Coffee shop sekarang bukan lagi sekadar tempat membeli kopi, tetapi sudah menjadi bagian dari aktivitas sosial dan keseharian.
Banyak orang datang ke coffee shop untuk:
- bekerja,
- meeting,
- membuat konten,
- belajar,
- hingga sekadar mencari suasana baru.
Bahkan bagi sebagian Gen Z dan pekerja muda, coffee shop sudah berfungsi seperti “ruang ketiga” di luar rumah dan kantor.
Karena itu, permintaan terhadap tempat nongkrong tetap ada meski kondisi ekonomi sedang melambat.
Kopi Dianggap “Affordable Lifestyle”
Menariknya, kopi dan nongkrong sering dianggap sebagai bentuk hiburan yang masih relatif terjangkau dibanding gaya hidup lain.
Di saat orang mulai menahan:
- liburan mahal,
- belanja besar,
- atau hiburan premium,
mereka tetap masih rela mengeluarkan uang Rp25 ribu–Rp50 ribu untuk nongkrong dan membeli kopi.
Fenomena ini sering disebut sebagai “small luxury” atau hiburan kecil yang masih bisa dinikmati meski kondisi ekonomi sedang tidak ideal.
Karena itu, industri kopi sering kali tetap bertahan bahkan saat daya beli masyarakat mulai tertekan.
Coffee Shop Sekarang Menjual Suasana, Bukan Sekadar Kopi

Banyak coffee shop modern sekarang sebenarnya tidak hanya menjual minuman. Yang dijual justru adalah pengalaman, suasana, dan identitas lifestyle.
Desain interior, playlist musik, ambience, hingga konsep visual menjadi bagian penting dari bisnis coffee shop saat ini.
Tidak sedikit pelanggan yang datang karena:
- tempatnya estetik,
- nyaman untuk bekerja,
- cocok untuk foto,
- atau ramai di media sosial.
Akibatnya, coffee shop berkembang bukan hanya sebagai bisnis F&B, tetapi juga bagian dari budaya urban dan digital lifestyle.
Media Sosial Membuat Tren Coffee Shop Terus Hidup
Perkembangan TikTok dan Instagram ikut mempercepat pertumbuhan bisnis coffee shop. Tempat nongkrong baru yang viral bisa langsung ramai dalam waktu singkat hanya karena konten media sosial.
Visual minuman, interior cafe, hingga konsep unik menjadi faktor penting untuk menarik perhatian pasar muda.
Karena itu, banyak coffee shop sekarang lebih fokus membangun:
- branding visual,
- konsep tempat,
- dan strategi konten digital,
dibanding hanya mengandalkan menu kopi.
Di era media sosial, coffee shop yang “Instagramable” sering kali lebih cepat berkembang dibanding tempat dengan konsep biasa.
Modal Relatif Lebih Fleksibel Dibanding Restoran Besar
Alasan lain kenapa coffee shop terus bermunculan adalah karena model bisnisnya dianggap lebih fleksibel dibanding restoran besar.
Banyak coffee shop sekarang bisa dimulai dari:
- kios kecil,
- ruko sederhana,
- container cafe,
- hingga konsep grab-and-go.
Selain itu, margin minuman kopi umumnya cukup menarik dibanding makanan berat. Hal ini membuat banyak pelaku usaha melihat bisnis kopi sebagai peluang yang masih potensial.
Namun di balik itu, persaingan industri coffee shop sebenarnya juga semakin ketat.
Banyak Coffee Shop Tidak Bertahan Lama
Meski terlihat ramai, realitanya tidak semua coffee shop mampu bertahan dalam jangka panjang. Banyak bisnis kopi tutup dalam 1–2 tahun pertama karena:
- lokasi kurang tepat,
- kalah branding,
- cash flow bermasalah,
- atau hanya ikut tren sesaat.
Persaingan sekarang bukan lagi sekadar soal rasa kopi, tetapi juga:
- pengalaman pelanggan,
- kekuatan media sosial,
- operasional,
- dan kemampuan membangun pelanggan loyal.
Karena itu, industri coffee shop terlihat ramai dari luar, tetapi sebenarnya menjadi salah satu sektor F&B dengan kompetisi paling agresif saat ini.
Coffee Shop Kemungkinan Masih Akan Terus Bertumbuh
Meski ekonomi sedang tidak stabil, tren coffee shop diperkirakan masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan, terutama di kota besar dan area urban.
Namun arah industrinya kemungkinan akan berubah. Pasar mulai bergerak ke:
- konsep yang lebih niche,
- branding lebih kuat,
- kopi premium,
- community-based cafe,
- hingga hybrid cafe untuk kerja dan aktivitas kreatif.
Coffee shop yang hanya mengandalkan “jualan kopi” kemungkinan akan semakin sulit bersaing di tengah pasar yang semakin padat dan cepat berubah.
Cari Partner Bisnis Baru? Temukan Jaringan Bisnis di Hi-Fella

Di tengah persaingan bisnis yang semakin cepat dan dinamis, banyak pelaku usaha mulai mencari koneksi baru untuk memperluas peluang mereka. Networking dan kolaborasi kini menjadi bagian penting dalam membangun bisnis modern, termasuk di industri F&B dan lifestyle.
Melalui Hi-Fella, pelaku usaha dapat memperluas jaringan bisnis, menemukan partner kolaborasi, dan membuka peluang kerja sama lintas industri di era ekonomi digital yang semakin kompetitif.
