Air yang kita minum hari ini bisa jadi adalah air yang sama yang pernah mengalir di sungai purba jutaan tahun lalu. Bahkan, secara ilmiah, jumlah air di Bumi saat ini relatif sama dengan jumlah air sejak awal pembentukannya sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Terdengar mengejutkan? Mari kita bahas secara ilmiah!
We Drink Good 4.5-Billion-Year-Old Water by Cecilia Ceccarelli, Fujun Du

Penelitian berjudul “We Drink Good 4.5-Billion-Year-Old Water” oleh Cecilia Ceccarelli dan Fujun Du, air yang kita konsumsi hari ini kemungkinan besar sudah ada sejak awal pembentukan Tata Surya sekitar 4,5 miliar tahun lalu.
Studi tersebut menjelaskan bahwa air terbentuk di permukaan butiran debu antarbintang melalui proses kimia sederhana, lalu mengalami siklus pembekuan dan penguapan selama fase pembentukan sistem planet seperti protoplanetary disk, sebelum akhirnya menjadi bagian dari planet, asteroid, dan komet.
Analisis kandungan “heavy water” menunjukkan bahwa sebagian besar air di Bumi diwarisi langsung dari fase awal pembentukan Tata Surya, artinya, setiap tetes air yang kita minum mungkin berusia hampir setua Bumi itu sendiri.
Bumi Memiliki Sistem Air yang “Tertutup”

Secara umum, Bumi memiliki sistem yang hampir tertutup dalam hal air. Artinya, air tidak benar-benar hilang, melainkan terus berubah bentuk dan lokasi melalui proses yang disebut siklus hidrologi.
Prosesnya meliputi:
- Evaporasi (penguapan dari laut dan daratan)
- Kondensasi (pembentukan awan)
- Presipitasi (hujan, salju)
- Infiltrasi (meresap ke tanah)
- Aliran permukaan (sungai kembali ke laut)
Air hanya berubah wujud:
- Cair → Gas → Padat
Tetapi jumlah total molekul H₂O di Bumi hampir tetap.
Dari Mana Air Bumi Berasal?
Ada dua teori utama tentang asal air di Bumi:
Teori Vulkanik
Air berasal dari uap yang dilepaskan aktivitas vulkanik awal saat Bumi masih sangat panas.
Teori Asteroid & Komet
Air dibawa oleh asteroid atau komet yang menabrak Bumi pada fase awal pembentukannya.
Banyak penelitian modern menunjukkan kombinasi keduanya berperan. Air yang datang miliaran tahun lalu itulah yang masih “bersirkulasi” sampai hari ini.
Apakah Air Tidak Pernah Hilang?
Secara praktis, ada kehilangan air dalam jumlah sangat kecil ke luar angkasa melalui atmosfer atas. Namun jumlahnya sangat kecil dibanding total air global (sekitar 1,386 miliar kilometer kubik).
Artinya, dalam skala planet, jumlah air tetap stabil.
Air yang Kita Minum Bisa Jadi Air Dinosaurus
Karena air terus bersirkulasi, molekul air yang Anda minum hari ini bisa jadi:
- Pernah berada di laut purba
- Pernah menjadi bagian dari tubuh dinosaurus
- Pernah menjadi hujan di zaman es
Secara molekuler, air tidak punya “tanggal kedaluwarsa”. Ia hanya berpindah tempat dan bentuk.
Apa Artinya Bagi Kita?
Fakta bahwa air yang ada sekarang sama dengan miliaran tahun lalu memberi dua pesan besar:
- Bumi punya sistem alami yang luar biasa efisien.
- Kita tidak menciptakan air baru, kita hanya “meminjam” dari sistem yang sudah ada.
Jika air tercemar atau rusak, kita sedang merusak siklus yang sama yang menopang kehidupan sejak awal planet ini terbentuk.
Jangan Lewatkan Informasi Penting dan Tren Terkini di Hi-Fella!
Masih banyak fakta ilmiah, insight teknologi, dan berita terbaru yang tak kalah menarik untuk kamu eksplor. Dari sains, inovasi, bisnis, hingga tren digital, semua dikemas ringkas, relevan, dan mudah dipahami.
Ikuti dan baca artikel terbaru hanya di Hi-Fella, tempat di mana informasi berkualitas bertemu dengan rasa ingin tahu.

