Sepak bola modern bukan lagi sekadar soal bola, rumput, dan wasit dengan peluit di tangan. Kini ada “mata digital” yang ikut mengawasi jalannya pertandingan. Teknologi itu bernama VAR atau Video Assistant Referee.
Bagi sebagian penggemar, VAR adalah penyelamat keadilan. Bagi yang lain, ia dianggap merusak emosi spontan sepak bola. Namun terlepas dari pro dan kontra, satu hal jelas: VAR mengubah cara pertandingan dipimpin.
Lalu sebenarnya bagaimana cara kerja VAR dalam sepak bola? Apakah ia benar-benar menentukan keputusan? Atau hanya memberi rekomendasi? Mari kita kupas secara sistematis.
Apa Itu VAR dalam Sepak Bola?
VAR adalah sistem bantuan wasit berbasis video yang digunakan untuk meninjau keputusan krusial dalam pertandingan.
Tujuan utama VAR adalah meminimalkan kesalahan besar (clear and obvious error) dalam momen-momen penting pertandingan.
Penting dicatat: VAR bukan pengganti wasit utama. Keputusan akhir tetap berada di tangan wasit lapangan.
Mengapa VAR Diperlukan?
Sepak bola adalah olahraga dengan intensitas tinggi dan keputusan sepersekian detik. Dalam satu pertandingan, wasit harus mengawasi:
- 22 pemain bergerak cepat
- Kontak fisik
- Potensi pelanggaran
- Situasi offside tipis
Dengan kecepatan permainan modern, mata manusia punya batas. Di sinilah VAR masuk sebagai sistem verifikasi tambahan.
Situasi Apa Saja yang Bisa Ditinjau VAR?
Menurut regulasi resmi FIFA, Video Assistant Referee (VAR) tidak digunakan untuk semua kejadian dalam pertandingan. VAR hanya boleh melakukan intervensi pada situasi-situasi tertentu yang dianggap krusial dan berpotensi mengubah hasil pertandingan.
Prinsip dasarnya adalah: “minimum interference, maximum benefit.” Artinya, VAR hanya masuk ketika ada kemungkinan kesalahan jelas dan nyata (clear and obvious error) atau insiden serius yang terlewat.
Berikut adalah empat kategori utama situasi yang bisa ditinjau VAR menurut protokol FIFA.
1. Gol dan Pelanggaran Sebelum Gol
VAR dapat meninjau seluruh proses yang mengarah pada terciptanya gol.
Yang bisa dicek meliputi:
- Offside dalam fase serangan
- Handball oleh pencetak gol
- Pelanggaran sebelum gol tercipta
- Bola keluar lapangan sebelum proses gol
Jika ditemukan pelanggaran dalam fase build-up yang langsung mengarah pada gol, wasit dapat membatalkan gol tersebut setelah review.
2. Keputusan Penalti
VAR dapat mengintervensi ketika:
- Penalti tidak diberikan padahal seharusnya diberikan
- Penalti diberikan secara keliru
- Terjadi pelanggaran di dalam atau luar kotak penalti
Contoh situasi yang sering ditinjau:
- Handball di area penalti
- Tackle yang dianggap pelanggaran
- Simulasi (diving)
Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan wasit utama setelah melakukan on-field review (melihat monitor di pinggir lapangan) atau menerima informasi dari tim VAR.
3. Kartu Merah Langsung
VAR hanya meninjau kartu merah langsung, bukan kartu kuning kedua.
Situasi yang bisa ditinjau:
- Pelanggaran keras atau brutal
- Siku atau tendangan disengaja
- Menggagalkan peluang emas (DOGSO)
- Tindakan kekerasan di luar pantauan wasit
Jika wasit melewatkan insiden serius, VAR dapat merekomendasikan review.
4. Kesalahan Identitas Pemain
VAR dapat membantu jika wasit memberikan kartu kepada pemain yang salah.
Misalnya:
- Terjadi pelanggaran dalam kerumunan
- Wasit salah mengidentifikasi pelaku pelanggaran
Dalam kasus ini, VAR akan menginformasikan koreksi identitas pemain kepada wasit.
Apa yang Tidak Bisa Ditinjau VAR?
Beberapa keputusan tetap menjadi kewenangan mutlak wasit dan tidak bisa ditinjau, seperti:
- Throw-in
- Tendangan sudut
- Pelanggaran kecil di tengah lapangan
- Kartu kuning biasa (kecuali terkait kartu merah langsung)
Bagaimana Proses Review VAR?
- Insiden terjadi.
- Tim VAR di ruang kontrol otomatis memeriksa kejadian.
- Jika ada potensi kesalahan jelas, VAR merekomendasikan review.
- Wasit bisa:
- Menerima informasi langsung, atau
- Melakukan on-field review di monitor.
- Keputusan final tetap di tangan wasit utama.
Struktur Tim VAR
VAR bukan satu orang. Ia adalah tim di ruang kontrol video (Video Operation Room / VOR).
Struktur tim biasanya terdiri dari:
- 1 Video Assistant Referee (VAR utama)
- 1 atau 2 Assistant VAR
- Operator replay
- Teknisi sistem
Mereka bekerja secara real-time, memantau berbagai sudut kamera.
Cara Kerja VAR: Langkah Demi Langkah
Mari kita uraikan prosesnya.
Tahap 1: Insiden Terjadi
Misalnya terjadi gol yang kontroversial. Wasit lapangan tetap membuat keputusan awal.
Tahap 2: Pemeriksaan Otomatis (Silent Check)
Tim VAR langsung melakukan pengecekan tanpa menghentikan pertandingan. Ini disebut “silent check”.
Jika tidak ada masalah jelas, pertandingan lanjut seperti biasa.
Tahap 3: Review Formal
Jika ditemukan potensi kesalahan besar, VAR memberi rekomendasi kepada wasit untuk meninjau.
Wasit memiliki dua opsi:
- Menerima rekomendasi tanpa melihat layar
- Melakukan On-Field Review (OFR) di monitor pinggir lapangan
Tahap 4: Keputusan Akhir
Setelah meninjau, wasit membuat keputusan final.
VAR hanya memberi saran. Keputusan tetap otoritas wasit.
Teknologi yang Digunakan VAR
VAR bukan sekadar tayangan ulang biasa. Sistem ini didukung teknologi canggih.
1. Multi-Camera System
Dalam pertandingan besar, bisa ada:
- 20–40 kamera
- Sudut ultra slow-motion
- Kamera garis gawang
Semakin banyak sudut, semakin akurat analisis.
2. Teknologi Offside Semi-Otomatis
Dalam turnamen seperti FIFA World Cup 2022, digunakan sistem semi-otomatis.
Teknologi ini menggunakan:
- Sensor di dalam bola
- Pelacakan posisi pemain berbasis AI
- Model 3D untuk menentukan posisi tubuh
Hasilnya: keputusan offside lebih cepat dan presisi.
3. Sistem Komunikasi Real-Time
Wasit lapangan dan tim VAR terhubung melalui headset terenkripsi untuk komunikasi instan.
Apakah VAR 100% Akurat?
Jawaban jujurnya: tidak.
Teknologi membantu fakta objektif seperti posisi offside. Namun untuk situasi seperti:
- Intensitas kontak
- Unsur kesengajaan
- Pelanggaran ringan
Masih bergantung pada interpretasi manusia.
VAR bukan penghapus kontroversi. Ia hanya mengurangi kesalahan besar.
Dampak VAR terhadap Strategi Tim
Menariknya, VAR juga mengubah cara tim bermain.
Beberapa dampaknya:
- Bek lebih hati-hati menarik lawan di kotak penalti
- Pemain menghindari simulasi berlebihan
- Pelatih mempertimbangkan risiko tekel keras
Sepak bola menjadi lebih disiplin secara taktis.
Cara kerja VAR dalam sepak bola sebenarnya cukup sistematis: memantau, meninjau, dan memberi rekomendasi untuk mengoreksi kesalahan besar. Ia bukan pengganti wasit, melainkan asisten berbasis teknologi.
VAR meningkatkan akurasi keputusan dalam situasi krusial seperti gol, penalti, dan kartu merah. Namun sistem ini tetap memiliki batasan, terutama dalam interpretasi subjektif.
Pada akhirnya, VAR adalah contoh bagaimana teknologi masuk ke ranah olahraga untuk mengejar satu tujuan: keadilan kompetisi.
Sepak bola tetap tentang emosi, strategi, dan drama. VAR hanya memastikan dramanya tidak dibangun di atas kesalahan yang jelas.

