Dunia robotika sedang memasuki fase yang dulu hanya hidup di novel fiksi ilmiah. Robot bukan lagi sekadar lengan mekanik di pabrik mobil. Kini, mereka berjalan, berbicara, menjaga keseimbangan, bahkan berinteraksi dengan manusia. Di tengah perlombaan global, China tampil sebagai salah satu pemain paling agresif dalam pengembangan robot humanoid.
Robot humanoid China terbaru bukan sekadar prototipe untuk pameran teknologi. Beberapa sudah diuji di lingkungan industri, pusat layanan, hingga fasilitas medis. Pertanyaannya: seberapa canggih sebenarnya teknologi yang mereka miliki?
Dan apakah ini sekadar unjuk kekuatan teknologi, atau sinyal perubahan besar dalam struktur ekonomi dan sosial?
Apa Itu Robot Humanoid?
Robot humanoid adalah robot yang dirancang menyerupai bentuk tubuh manusia, memiliki kepala, dua lengan, dua kaki, dan sistem sensor yang meniru persepsi manusia. Tujuannya bukan hanya estetika, melainkan fungsi.
Mengapa bentuk manusia penting?
Karena dunia kita dirancang untuk manusia. Tangga, pintu, kursi, meja, alat kerja, semuanya disesuaikan dengan anatomi manusia. Robot berbentuk humanoid bisa masuk ke lingkungan ini tanpa perlu infrastruktur baru.
Robot Humanoid Terbaru dari China
Berikut urutan robot humanoid terbaru dari China, mulai yang paling baru hingga yang lebih dahulu diluncurkan/prod, beserta waktu debut/peluncuran dan spesifikasi inti masing-masing
1. Moya (2026)

Moya merupakan humanoid terbaru dari China yang dijadwalkan masuk pasar pada 2026 dengan fokus pada interaksi sosial realistis. Robot ini dirancang dengan tampilan biomimetik menyerupai manusia dewasa, memiliki ekspresi wajah yang responsif, kemampuan kontak mata, serta sistem AI untuk percakapan real-time.
Salah satu fitur uniknya adalah simulasi suhu tubuh mendekati manusia (sekitar 32–36°C) untuk meningkatkan pengalaman interaksi. Dengan akurasi gerakan berjalan yang diklaim mendekati pola manusia, Moya diproyeksikan untuk sektor layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan hospitality, meskipun harganya berada di segmen premium.
Spesifikasi Utama:
- Desain yang sangat realistis, proporsi tubuh menyerupai manusia dewasa.
- Suhu tubuh 32–36 °C untuk simulasi rasa ‘hangat’ seperti manusia.
- Kemampuan ekspresi dan interaksi real-time dengan kamera di mata yang mendukung eye contact dan micro-expression.
- Tingkat akurasi gerak berjalan sekitar 92 % dibanding manusia.
- Target penggunaan: interaksi sosial/publik, seperti layanan pelanggan, pendidikan, kesehatan.
- Estimasi harga komersial tinggi (~USD 173.000).
Moya merupakan langkah baru di robotika China untuk membuat humanoid yang lebih “manusiawi”, bukan sekadar mesin industri.
2. Unitree G1 (2025)

Unitree G1 diperkenalkan pada 2024 sebagai humanoid komersial yang lebih terjangkau dibanding banyak pesaing global. Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,32 meter dengan berat sekitar 35 kg, serta dibekali 23–43 derajat kebebasan (degrees of freedom) yang memungkinkan gerakan kompleks dan dinamis.
Sistem kendalinya menggabungkan force-control dan position-control untuk manipulasi objek yang presisi, sementara versi edukasi dilengkapi prosesor performa tinggi seperti NVIDIA Jetson Orin untuk riset AI dan reinforcement learning. G1 banyak digunakan untuk penelitian, pendidikan, dan demonstrasi teknologi humanoid.
Spesifikasi Utama:
- Tinggi sekitar 1,32 m dan berat ~35 kg.
- 23–43 derajat kebebasan (degrees of freedom) untuk sendi tubuh sehingga mampu melakukan gerak kompleks.
- Pengontrol hybrid force-position control untuk manipulasi objek yang lebih presisi.
- Dilengkapi CPU multicore dan opsi NVIDIA Jetson Orin (model EDU untuk riset).
- Kemampuan learning dengan reinforcement learning dan imitation learning.
- Dipakai untuk riset, pendidikan, interaksi dinamis, dan demonstrasi aksi kompleks.
G1 adalah model yang memperkenalkan Unitree sebagai pemain humanoid robot global sejak 2024.
3. AgiBot A2 Series (2024–2025)

AgiBot mulai memproduksi massal humanoid seri A2 pada akhir 2024 dan meningkatkan skalanya sepanjang 2025. Robot ini memiliki tinggi sekitar 1,75 meter dengan berat sekitar 55 kg, dirancang untuk aplikasi industri dan layanan.
Dilengkapi sensor RGB-D dan LiDAR untuk navigasi ruang, serta arsitektur modular yang memungkinkan penyesuaian tugas, A2 ditujukan untuk penggunaan di pabrik, logistik, dan layanan komersial. Keunggulan utama AgiBot terletak pada kapasitas produksi skala besar, menjadikannya salah satu pemain utama dalam distribusi humanoid robot global.
Spesifikasi Utama:
- Tinggi sekitar 1,75 m dan berat ~55 kg (A2).
- Dilengkapi sensor RGB-D dan LiDAR, mendukung navigasi lingkungan.
- Modular dan dapat disesuaikan untuk berbagai tugas (servis, industri, dll.).
- Telah diuji jalan dengan rekor jarak jauh dan operasi panjang tanpa gangguan.
- Diproduksi skala besar, menunjukkan kejayaan produksi humanoid robot China.
AgiBot termasuk pemain yang memimpin distribusi dan produksi humanoid untuk aplikasi riil.
Perusahaan China di Balik Robot Humanoid Terbaru
Beberapa perusahaan China menjadi sorotan global dalam pengembangan robot humanoid.
1. UBTECH Robotics
UBTECH dikenal dengan seri robot Walker. Robot ini dirancang untuk berjalan stabil, mengenali wajah, dan berinteraksi secara natural dengan manusia. Walker sudah dipamerkan dalam berbagai forum teknologi internasional.
2. Unitree Robotics
Unitree awalnya terkenal lewat robot anjing quadruped. Namun kini mereka memperkenalkan humanoid seperti H1 yang fokus pada mobilitas tinggi dan efisiensi energi.
3. Fourier Intelligence
Perusahaan ini mengembangkan humanoid GR-1 yang awalnya ditujukan untuk rehabilitasi medis, namun kini berkembang ke sektor industri dan layanan.
China tidak bermain setengah-setengah. Skala produksi, dukungan pemerintah, dan integrasi AI nasional membuat perkembangan berlangsung cepat.
Komponen Teknologi Utama Robot Humanoid China
Untuk memahami kecanggihannya, kita perlu melihat “otak” dan “tubuh” robot secara terpisah.
1. Sistem AI dan Machine Learning
Robot humanoid modern menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) untuk:
- Pengenalan wajah dan objek
- Pemrosesan bahasa alami
- Pengambilan keputusan real-time
- Navigasi otonom
Machine learning memungkinkan robot belajar dari pengalaman. Semakin banyak data, semakin akurat responsnya.
2. Sensor dan Persepsi
Robot humanoid China terbaru biasanya dilengkapi:
- Kamera stereo 3D
- Lidar (Light Detection and Ranging)
- Sensor tekanan pada kaki
- IMU (Inertial Measurement Unit) untuk keseimbangan
Gabungan sensor ini membuat robot mampu:
- Menjaga keseimbangan saat didorong
- Menghindari rintangan
- Mengambil objek dengan presisi
3. Aktuator dan Sistem Gerak
Aktuator adalah “otot” robot. China telah meningkatkan kualitas motor listrik presisi tinggi yang memungkinkan:
- Gerakan lebih halus
- Kecepatan respons tinggi
- Efisiensi energi lebih baik
Unitree H1 misalnya dikenal memiliki rasio kekuatan terhadap berat yang tinggi, membuatnya mampu berjalan cepat bahkan berlari.
Seberapa Canggih Dibanding Kompetitor Global?
Untuk memahami posisi China, kita bisa membandingkannya dengan pemain global seperti:
- Boston Dynamics
- Tesla (melalui proyek Optimus)
Berikut perbandingan umum:
| Aspek | Robot China | Kompetitor AS |
| Mobilitas | Stabil, cepat berkembang | Sangat matang (Atlas) |
| Biaya Produksi | Lebih rendah | Lebih mahal |
| Skala Manufaktur | Cepat diperluas | Masih terbatas |
| Integrasi AI | Kuat, didukung ekosistem lokal | Sangat maju |
China unggul dalam skala dan efisiensi biaya. Amerika masih memimpin dalam riset fundamental dan demonstrasi ekstrem seperti salto dan parkour.
